Minggu, 14 Juli 2013

Prihal Pameran [non]-EXPRESSION 2013




[non]-EXPRESSION 2013 


Kata Non-Expression, dalam pameran ini sengaja dijadikan kosa kata yang berbalikan dengan arti letterlijk-nya, yakni: tanpa ekspresi. Tanpa, artinya tidak. Ekspresi, artinya ungkapan jiwa. Dari dua kata diatas dapat diartikan, seseorang perupa yang mengungkapkan sesuatu dengan tidak menggunakan perasaan dan pikirannya. Pembalikan makna kata diatas, sebagai pembuktian bahwa sesungguhnya tidak ada satupun seniman dimuka bumi ini dalam berkarya seni rupa “tidak” menggunakan ungkapan jiwanya. Artinya, apapun teknis,methode dan proses yang dilakukan para seniman dipastikan “tetap” menggunakan keseluruhan aktivitas jiwanya. Terlepas seberapa dalam dan seberapa jauh keterlibatan jiwa tersebut, tetaplah jiwa sebagai sumur kreasinya.
Dengan demikian kata Non Expression bukanlah kata yang mengarah pada kejumawaan, tetapi mengarah pada keotokritikan  bagi siapapun yang berkecimpung dalam kesenirupaan. Dilapangan memang muncul dua atau tiga bahkan banyak kepentingan baik dari yang menganggap dirinya ekspressif ataupun seniman yang dianggap tanpa ekspressif. Tetapi nyala kepentingan demi kepentingan  apapun akhirnya berjalan berdampingan sesuai tujuannya masing-masing seniman. Dari sini penghormatan terhadap berbagai kepentingan dapat dijadikan wacana. Hal tersebut dapat muncul dalam lapangan seni rupa, karena adanya kemajuan, kecerdasan, kelihaian, kepandaian, keintelektualan seniman dalam mengeksplorasi obyek dan non-obyek dizaman yang serba digital ini.  Alat dan sarana yang serba digital ini, memang dapat membantu jiwa senimannya dalam mengembangkan konsep dasar dalam berkesenian dengan cepat dan berlipat. Keberlipatan kecepatan terkadang oleh sebagian orang katanya dapat melupakan essensi dan subtansi keseniannya.
Benar tidaknya pernyataan ini, tidak lepas dari niatan masing-masing perupa. Disadari atau tidak, senang atau tidak, memang di era digital ini semua orang dapat dikatakan sebagai “seniman”. Dengan alat dan media yang dipunyainya seseorang dapat berkarya dengan hitungan hari dan bukan lagi hitungan bulan. Dalam berkarya di era digital ini, seniman terkesan tidak memerlukan  letupan-letupan emosionalnya dengan “belepotan” seperti perupa zaman konvensional dulu. Sehingga karya seni rupa yang diciptakan seniman zaman ini, oleh sebagian orang dikatakan kurang ekspressif, kurang menyentuh atau kurang memenuhi panggilan jiwa ketoknya ( pinjam jargon S.Sudjojono ).
Nah, dari sisi ini penyelenggaraan pameran Non-Expression diharapkan menjadi sarana perenungan, peninjauan ulang atas terjadinya “penganggapan-penganggapan” yang bersifat isu dan dapat menyesatkan. Pameran dengan sebutan Non-Expression ini, juga sekaligus menjadi media wacana bagi kita semua dan bukan hanya sebagai wahana apresiasi atas pergulatan-pergulatan batin kita sebagai seniman.
Sekali lagi kata Non-Expression, bukan semata-mata diterjemahkan secara harfiah, yang tafsirannya dapat dimaknai sebagai karya yang kosong, lesu, tak menggugah, kering, datar atau kata senada lainnya. Namun Non–Expression justru dimaknai sebagai kebebasan intelektual berdasarkan kreativitas yang menggugah, mengejutkan, sekaligus bernilai meditative-reflektif bagi perupanya dan bukan hanya mendasarkan pada kecerdasan intelektualitas subyektif belaka, tetapi didasarkan pada keterlibatan kecerdasan emosionalitas senimannya dengan penuh tanggungjawab sebagai pribadi maupun masyarakat yang melingkunginya. Keterlibatan emosiointelekto seniman dapat melahirkan kepribadian diri dan karya yang mempribadi, bukan meniru pribadi orang lain atau mungkin bangsa lain. Non-Expression, tidak membatasi kreasi para peserta, justru diharapkan dapat mengembangkan kemungkinan kreasi-kreasi sebebas-bebasnya dalam hal konsep dan teknik yang mengawalnya, sepanjang sesuai dengan nilai-nilai ke-indonesiaan kita. Selamat berkarya dengan sebebas-bebasnya.Nuwun.

Surakarta, 23 Mei 2013
                Penyelenggara pameran,
Kelompok Pintu Mati
Taman Budaya Jawa Tengah








SYARAT DAN PENDAFTARAN

    1.                 Mengisi Formulir seniman [non]-EXPRESSION 2013
                2.                   Karya yang akan dipamerkan maksimal hanya 1 buah            
                3.                   Karya yang disertakan memiliki ukuran maximal sebagai berikut:
·         Karya 2 dimensi :  maksimal 3m
·         Karya 3 dimensi : minimal diameter  50 cm dan maksimal tinggi 1.50 cm
             ·         Karya instalasi  : maksimal 3m x 3m di perbolehkan memilih ruang indoor dan outdoor dengan format vertikal     ataupun horizontal. Karya jenis lainnya menyesuaikan denga tempat/ruangan yang ada.




                 4.                   Porfolio dan karya (dalam bentuk softcopy/data)
·         CV update seniman tiga (3) tahun terakhir
format file: Microsoft Word/Notepad/Open Office
·         Fotokarya 2D/3D/Instalasi (maksimal 5 foto/karya)
1.       Format file JPEG 300 DPI (ukuran sisi terpendek minimal 2400 pixel)
2.       Konsep karya minimal 200 kata (format Microsoft Word/Notepad)
3.       Mencantumkan keterangan/data karya di bagian bawah foto karya meliputi: Nama seniman, Judul karya, Material/Media, Ukuran (dalam cm), Tahun pembuatan. (contoh dibawah)



·         Karya 3 dimensi/patung/instalasi : wajib melengkapi base/dudukan karya dan rancangan display
·         Karya Video Art : Format DVD - PAL (720 x 576), serta rancangan display, kumpulan dalam bentuk DVD lengkap dengan keterangan karya di bagian cover DVD: (Nama seniman, Judul karya, Material/Media, Durasi, Tahun pembuatan)
·         Karya Performance Art : wajib menuliskan durasi waktu, perlengkapan yang digunakan dan mekanisme detail Performance dalam bentuk tulisan (format Microsoft Word/Notepad)

5.                  Portfolio karya dikirimkan via Pos atau Email kealamat:
                                Sekretariat [non]-EXPRESSION 2013
                                a.n. Nanang Yulianto
                                Kismorejo  RT. 04 RW. 07
                                Jaten, Karanganyar-Surakarta
                                Jawa Tengah-Indonesia,

                                Phone     :  081329098293 Fadjar Sutardi
                          085642333558 Emmanuel Putro P  (PIN 25C8E907
                                Email       : nonexpression2013@gmail.com)
                                Page FB  : http://www.facebook.com/NonExpression

Semua formulir paling lambat diterima panitia tanggal 30 Juli 2013
Pengumuman hasil seleksi selambat-lambatnya pada tanggal 20 Agustus 2013 via email  atau di Page Facebook kami  http://www.facebook.com/NonExpression





KETENTUAN TAMBAHAN

A.      BAGI PESERTA PAMERAN

Calon peserta terdiri dari para perupa perorangan atau karya kolaborasi yang diundang oleh panitia atau mendaftar sendiri secara langsung atau lewat email, dikenakan kontribusi minimal sebesar Rp.50.000,- paling lambat diterima tanggal 20 Agustus 2013 setelah hasil seleksi diumumkan, dengan cara mentransfer ke rekening :  BNI Cabang Surakarta No.Rek : 0111706475 a.n. Nanang Yulianto.


B.       KARYA PESERTA
1.   Pengerjaan dan penyiapan karya adalah tanggung jawab peserta.
2.  Karya yang diajukan untuk dipamerkan merupakan karya yang dibuat pada tahun 2012-2013
3.  Karya yang dipamerkan merupakan respons dari tema [non]-EXPRESSION 2013
4.  Media dan teknik pembuatan karya tidak mengikat/BEBAS dan tidak mengandung unsur  SARA
5.  Pilihan ukuran, materi dan bentuk karya yang bersifat KHUSUS harus dibicarakan dengan pihak panitia pameran.

C.       DISPLAY RUANG KARYA
 1.       Tempat penyelenggaraan di  Taman Budaya Jawa Tengah (TBS) Jl. Ir Sutami 57 Kentingan Surakarta





2.   Displai ruang karya adalah hak dan tanggung jawab panitia pameran
3.   Pemilihan space yang tersedia dapat dipilih peserta dengan persetujuan panitia
4.   Pemasangan atau display karya yang bersifat khusus akan didiskusikan panitia dengan pihak
      perupa/peserta yang bersangkutan.                 
5.   Pengadaan alat yang digunakan untuk presentasi karya adalah tanggung jawab masing-masing
      peserta yang menggunakannya

6.  Space untuk pendisplay-an karya terdiri dari beberapa titik, yakni:
o    Dua gedung ( galeri besar dan galeri kecil )  untuk karya yang bersifat indoor
o    Satu lapangan yang terletak didepan pendapa agung TBS, untuk karya yang bersifat outdoor
o    lingkungan sekitar kompleks galeri besar dan galeri kecil


D.      RANGKAIAN KEGIATAN
         Kegiatan pameran akan dilengkapi oleh rangkaian kegiatan :
         Diskusi/Sarasehan: Refleksi Perjalanan Seni Rupa Indonesia
                Pembicara dan moderator menyusul 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar