[non]-EXPRESSION 2013
Kata Non-Expression, dalam
pameran ini sengaja dijadikan kosa kata yang berbalikan dengan arti letterlijk-nya,
yakni: tanpa ekspresi. Tanpa, artinya tidak. Ekspresi, artinya ungkapan jiwa.
Dari dua kata diatas dapat diartikan, seseorang perupa yang mengungkapkan
sesuatu dengan tidak menggunakan perasaan dan pikirannya. Pembalikan makna kata
diatas, sebagai pembuktian bahwa sesungguhnya tidak ada satupun seniman dimuka
bumi ini dalam berkarya seni rupa “tidak” menggunakan ungkapan jiwanya.
Artinya, apapun teknis,methode dan proses yang dilakukan para seniman
dipastikan “tetap” menggunakan keseluruhan aktivitas jiwanya. Terlepas seberapa
dalam dan seberapa jauh keterlibatan jiwa tersebut, tetaplah jiwa sebagai sumur
kreasinya.
Dengan demikian kata Non Expression
bukanlah kata yang mengarah pada kejumawaan, tetapi mengarah pada
keotokritikan bagi siapapun yang
berkecimpung dalam kesenirupaan. Dilapangan memang muncul dua atau tiga bahkan
banyak kepentingan baik dari yang menganggap dirinya ekspressif ataupun seniman
yang dianggap tanpa ekspressif. Tetapi nyala kepentingan demi kepentingan apapun akhirnya berjalan berdampingan sesuai
tujuannya masing-masing seniman. Dari sini penghormatan terhadap berbagai
kepentingan dapat dijadikan wacana. Hal tersebut dapat muncul dalam lapangan
seni rupa, karena adanya kemajuan, kecerdasan, kelihaian, kepandaian,
keintelektualan seniman dalam mengeksplorasi obyek dan non-obyek dizaman yang
serba digital ini. Alat dan sarana yang
serba digital ini, memang dapat membantu jiwa senimannya dalam mengembangkan
konsep dasar dalam berkesenian dengan cepat dan berlipat. Keberlipatan
kecepatan terkadang oleh sebagian orang katanya dapat melupakan essensi dan
subtansi keseniannya.
Benar tidaknya pernyataan ini, tidak
lepas dari niatan masing-masing perupa. Disadari atau tidak, senang atau tidak,
memang di era digital ini semua orang dapat dikatakan sebagai “seniman”. Dengan
alat dan media yang dipunyainya seseorang dapat berkarya dengan hitungan hari
dan bukan lagi hitungan bulan. Dalam berkarya di era digital ini, seniman terkesan
tidak memerlukan letupan-letupan
emosionalnya dengan “belepotan” seperti perupa zaman konvensional dulu.
Sehingga karya seni rupa yang diciptakan seniman zaman ini, oleh sebagian orang
dikatakan kurang ekspressif, kurang menyentuh atau kurang memenuhi panggilan
jiwa ketoknya ( pinjam jargon S.Sudjojono ).
Nah, dari sisi ini
penyelenggaraan pameran Non-Expression diharapkan
menjadi sarana perenungan, peninjauan ulang atas terjadinya
“penganggapan-penganggapan” yang bersifat isu dan dapat menyesatkan. Pameran dengan sebutan Non-Expression
ini, juga sekaligus menjadi media wacana bagi kita semua dan bukan hanya
sebagai wahana apresiasi atas pergulatan-pergulatan batin kita sebagai seniman.
Sekali lagi kata
Non-Expression, bukan semata-mata diterjemahkan secara harfiah, yang
tafsirannya dapat dimaknai sebagai karya yang kosong, lesu, tak menggugah,
kering, datar atau kata senada lainnya. Namun Non–Expression justru dimaknai
sebagai kebebasan intelektual berdasarkan kreativitas yang menggugah,
mengejutkan, sekaligus bernilai meditative-reflektif bagi perupanya dan bukan
hanya mendasarkan pada kecerdasan intelektualitas subyektif belaka, tetapi
didasarkan pada keterlibatan kecerdasan emosionalitas senimannya dengan penuh
tanggungjawab sebagai pribadi maupun masyarakat yang melingkunginya.
Keterlibatan emosiointelekto
seniman dapat melahirkan kepribadian diri dan karya yang mempribadi, bukan
meniru pribadi orang lain atau mungkin bangsa lain. Non-Expression, tidak
membatasi kreasi para peserta, justru diharapkan dapat mengembangkan
kemungkinan kreasi-kreasi sebebas-bebasnya dalam hal konsep dan teknik yang
mengawalnya, sepanjang sesuai dengan nilai-nilai ke-indonesiaan kita. Selamat berkarya dengan sebebas-bebasnya.Nuwun.
Surakarta,
23 Mei 2013
Penyelenggara
pameran,
Kelompok
Pintu Mati
Taman Budaya Jawa Tengah
SYARAT DAN PENDAFTARAN
1.
Mengisi
Formulir seniman [non]-EXPRESSION
2013
2.
Karya yang
akan dipamerkan maksimal hanya 1 buah
3.
Karya yang
disertakan memiliki ukuran maximal sebagai berikut:
·
Karya 2
dimensi : maksimal 3m
·
Karya 3
dimensi : minimal diameter 50 cm dan
maksimal tinggi 1.50 cm
·
Karya
instalasi : maksimal 3m x 3m di perbolehkan
memilih ruang indoor dan outdoor dengan format vertikal ataupun horizontal. Karya jenis lainnya menyesuaikan denga tempat/ruangan
yang ada.
4.
Porfolio dan
karya (dalam bentuk softcopy/data)
·
CV update
seniman tiga (3) tahun terakhir
format file: Microsoft Word/Notepad/Open Office
·
Fotokarya 2D/3D/Instalasi
(maksimal 5 foto/karya)
1. Format
file JPEG 300 DPI (ukuran sisi terpendek minimal 2400 pixel)
2. Konsep karya
minimal 200 kata (format Microsoft Word/Notepad)
3. Mencantumkan
keterangan/data karya di bagian bawah foto karya meliputi: Nama seniman,
Judul karya, Material/Media, Ukuran (dalam cm), Tahun pembuatan. (contoh dibawah)
·
Karya 3
dimensi/patung/instalasi : wajib melengkapi base/dudukan karya dan rancangan
display
·
Karya Video
Art : Format DVD - PAL (720 x 576), serta rancangan display, kumpulan dalam bentuk
DVD lengkap dengan keterangan karya di bagian cover DVD: (Nama seniman, Judul karya,
Material/Media, Durasi, Tahun pembuatan)
·
Karya
Performance Art : wajib menuliskan durasi waktu, perlengkapan yang digunakan dan mekanisme detail Performance
dalam bentuk tulisan (format Microsoft Word/Notepad)
5.
Portfolio
karya dikirimkan via Pos atau Email kealamat:
Sekretariat
[non]-EXPRESSION
2013
a.n. Nanang Yulianto
Kismorejo RT. 04 RW. 07
Jaten, Karanganyar-Surakarta
Jawa
Tengah-Indonesia,
Phone : 081329098293 Fadjar
Sutardi |
085642333558 Emmanuel Putro P (PIN 25C8E907
085642333558 Emmanuel Putro P (PIN 25C8E907
Email : nonexpression2013@gmail.com )
Semua formulir paling lambat diterima
panitia tanggal 30 Juli 2013
Pengumuman hasil seleksi selambat-lambatnya pada tanggal 20 Agustus 2013
via email atau di Page Facebook
kami http://www.facebook.com/NonExpression
KETENTUAN TAMBAHAN
A.
BAGI PESERTA PAMERAN
Calon peserta terdiri dari para perupa perorangan atau
karya kolaborasi yang diundang oleh panitia atau mendaftar sendiri secara
langsung atau lewat email, dikenakan kontribusi minimal sebesar Rp.50.000,-
paling lambat diterima tanggal 20
Agustus 2013 setelah hasil seleksi diumumkan, dengan cara mentransfer ke rekening : BNI
Cabang Surakarta No.Rek : 0111706475 a.n. Nanang Yulianto.
B.
KARYA PESERTA
1. Pengerjaan dan penyiapan karya adalah
tanggung jawab peserta.
2. Karya
yang diajukan untuk dipamerkan merupakan karya yang dibuat pada tahun 2012-2013
3. Karya
yang dipamerkan merupakan respons dari tema [non]-EXPRESSION 2013
4. Media
dan teknik pembuatan karya tidak mengikat/BEBAS dan tidak mengandung unsur SARA
5. Pilihan
ukuran, materi dan bentuk karya yang bersifat KHUSUS harus dibicarakan dengan pihak
panitia pameran.
C.
DISPLAY RUANG KARYA
1.
Tempat
penyelenggaraan di Taman Budaya Jawa Tengah (TBS) Jl. Ir Sutami 57 Kentingan Surakarta
2. Displai ruang karya adalah hak dan tanggung jawab panitia pameran
3. Pemilihan space yang tersedia dapat dipilih peserta dengan
persetujuan panitia
4. Pemasangan atau display karya yang bersifat khusus akan didiskusikan panitia dengan pihak
4. Pemasangan atau display karya yang bersifat khusus akan didiskusikan panitia dengan pihak
perupa/peserta yang bersangkutan.
5. Pengadaan
alat yang digunakan untuk presentasi karya adalah tanggung jawab masing-masing
peserta yang menggunakannya
6. Space untuk pendisplay-an karya terdiri dari beberapa titik, yakni:
o Dua gedung ( galeri besar dan galeri kecil ) untuk karya yang bersifat indoor
o Satu lapangan yang terletak didepan pendapa agung TBS, untuk karya yang
bersifat outdoor
o lingkungan sekitar kompleks galeri besar dan galeri kecil
D.
RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan pameran akan dilengkapi
oleh rangkaian kegiatan :
Diskusi/Sarasehan: Refleksi Perjalanan Seni Rupa Indonesia
Diskusi/Sarasehan: Refleksi Perjalanan Seni Rupa Indonesia
Pembicara
dan moderator menyusul





Tidak ada komentar:
Posting Komentar